Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Senin, Oktober 31, 2011

ISENG-ISENG AJA PART 1

Hari ini adalah hakhir penantian panjangku. Dia akan mengungkapkan sesuatu kepadaku. Aku harap ia akan mengungkapkan tiga kata penting yang selama ini aku tunggu yaitu “aku suka kamu”
Cowok yang kusuka adalah sahabatku sendiri. Perasaan lain ini muncul ketika kami duduk di kelas 2 SMP. Ketika itu aku dan dirinya membuat janji, kami akan makan malam di sebuah resto. Kemudian jam telah menunjukkan setengah jam lagi kami akan bertemu. Ketika aku sampai, ternyata ia telah sampai terlebih dahulu.
Aku terkejut melihat semua yang ada di depan mataku. Setangkai bunga penghias sepi di meja, lilin kecil yang menerangi gelapnya malam itu, dan pemandangan bulan serta bintang yang sedang duduk berdua di angkasa. Meja yang dipesan oleh sahabatku memang tempat yang paling indah di resto tersebut. Ia sengaja memesannya dan baru kali ini ia mempersiapkannya seindah ini.
Ia menyodorkan kusri kepadaku, kemudian ia memberiku setangkai mawar kepadaku dan terdapat catatan kecil yang sengaja diselipkannya. Catatan itu berisi
Sahabatku adalah bintang yang bersinar di malam hari, yang selalu menerangi malamku. Bintang itu tidak jauh seperti yang orang kira karena bintangku sekarang berada tepat di depanku yaitu KAMU. Love you my best friend.. Happy Birthday to you …
Lagi- lagi aku terkejut dengan semua kejutan yang diberikan sahabatku, yaaa ini memang hari ulang tahunku dan ini adalah kado sangat spesial yang pernah aku dapatkan.
Setelah selesai membaca surat itu pipiku menjadi merah merona seperti pipi bule apabila sedang kena terik matahari Jakarta. Aku benar- benar tekejut dan sangat bahagia mendapatkan itu semua. Kemudian kami makan makanan kesukaanku yaitu steak. Setahuku sahabatku tidak menyukai makanan tersebut, tetapi kali ini ia memakannya dengan raut wajah yang sedikit terpaksa.
Aku bertanya padanya, “sejak kapan lo suka steak?”
“Masih nggak suka kok”
“Loh terus kenapa lo makan?”, tanyaku lagi dengan tampang polos *pura-pura bego.
“ Karena gue ingin nemenin bintang gue untuk makan ini”, jawabnya sambil melihatku tajam.
Tatapan serta ucapannya membuat pikiranku melayang ke alambebas, mengarungi laut lepas, dan melewati samudra. Aku melihat wajahnya yang terlukis di langit dan lautan sedang tersenyum kepadaku.

Links


ShoutMix chat widget

Feeds